Self Love : Aku takut gagal bikin keputusan besar

self love
orang yang takut gagal

Pernah nggak, kamu ada di titik hidup di mana satu keputusan terasa seperti penentu segalanya? Pindah kerja, lanjut kuliah, mengakhiri hubungan, atau justru memulai sesuatu yang benar-benar baru. Di kepala, pertanyaannya berputar terus: “Kalau aku salah gimana?” “Kalau aku gagal?” Rasa takut ini sering kali bukan soal kurangnya kemampuan, tapi karena kita terlalu keras pada diri sendiri.

Di sinilah self love sering diuji. Bukan saat hidup baik-baik saja, tapi justru ketika kita ragu dan takut melangkah.

Ketika Takut Gagal Membuat Kita Terjebak Overthinking

Takut gagal sering membuat kita terjebak dalam overthinking. Kita menimbang terlalu lama, mencari kepastian yang sebenarnya tidak pernah benar-benar ada. Setiap kemungkinan buruk terasa lebih besar daripada peluang berhasil. Akibatnya, keputusan besar terasa menakutkan, bahkan sebelum benar-benar dijalani.

Dalam kondisi seperti ini, self love bukan soal memaksa diri agar berani, melainkan memberi ruang pada diri sendiri untuk mengakui rasa takut itu. Mengakui bahwa kita manusia yang wajar merasa ragu, terutama saat masa depan terasa tidak pasti.

Kenapa Takut Gagal Saat Mengambil Keputusan Besar Itu Wajar?

Rasa takut gagal sering muncul karena kita terbiasa mengaitkan nilai diri dengan hasil. Jika berhasil, kita merasa layak. Jika gagal, kita merasa tidak cukup. Padahal, dari sudut pandang kesehatan mental, rasa takut ini adalah mekanisme alami untuk melindungi diri dari rasa sakit.

Self love membantu kita memahami bahwa gagal tidak otomatis berarti kita gagal sebagai pribadi. Ada perbedaan besar antara keputusan yang tidak berjalan sesuai rencana dan nilai diri yang menurun. Sayangnya, kita sering mencampuradukkan keduanya.

Self Love Bukan Berarti Selalu Yakin, Tapi Tetap Berjalan Meski Takut

Banyak orang mengira self love berarti selalu percaya diri dan yakin dengan setiap keputusan. Kenyataannya, self love justru hadir saat kita tetap melangkah meski belum sepenuhnya yakin. Saat kita berkata pada diri sendiri, “Aku takut, tapi aku tetap mencoba.”

Mengambil keputusan besar dengan self love berarti memberi diri sendiri izin untuk belajar. Jika berhasil, itu bonus. Jika gagal, itu pengalaman. Keduanya tetap berharga dan tetap layak dihargai.

Belajar Percaya Diri dan Menerima Diri dalam Setiap Keputusan Besar

Percaya diri tidak selalu datang sebelum mengambil keputusan, sering kali justru muncul setelah kita berani bertanggung jawab atas pilihan kita. Dengan self love, kita belajar menerima bahwa tidak semua keputusan harus sempurna.

Menerima diri berarti berhenti membandingkan perjalanan hidup kita dengan orang lain. Setiap orang punya timing dan risiko masing-masing. Keputusan besar yang kamu ambil hari ini adalah hasil dari versi dirimu yang sedang berusaha sebaik mungkin.

Self Love Saat Keputusan yang Kita Ambil Ternyata Tidak Sesuai Harapan

Bagian tersulit dari keputusan besar adalah saat hasilnya tidak seperti yang kita bayangkan. Di titik ini, self love benar-benar diuji. Apakah kita memilih menyalahkan diri sendiri, atau justru memeluk diri dengan lebih lembut?

Self love mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir cerita. Ia bisa menjadi jeda untuk memahami diri lebih dalam, memperbaiki arah, dan tumbuh dengan cara yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya.

Jika saat ini kamu sedang takut mengambil keputusan besar, ingatlah bahwa rasa takut tidak membuatmu lemah. Justru keberanian untuk tetap peduli pada diri sendiri di tengah ketidakpastian adalah bentuk self love yang paling nyata.

Saat kamu ingin memahami self love dari sisi lain, terutama saat hati sedang terluka, lanjutkan membaca artikel ini: Selflove Setelah Patah Hati: Bagaimana Caranya?
Siapa tahu, kamu menemukan pelukan hangat yang selama ini kamu butuhkan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *